Setelah menikmati 12 hari liburan yang tenang, akhirnya harus kerja lagi. Udah seminggu masuk di PermataBank and overall, I feel good working/learning in PermataBank. Seluruh materi pelatihan berbobot dan disampaikan oleh orang-orang yang pakar dibidangnya. Apalagi kalo udah level direktur yang ngajar. Keren abiiss, selain ngajar mereka juga memotivasi biar kami (GMAP) tetap semangat mencapai tujuan masing-masing. Minggu kemaren yang sempat ngajar pak Honggo (Direktur Wholesale) dan Pak Georino Godong (Direktur Operation & Technology). Ibu Shallini Warrier (Direktur Retail) harusnya juga ngajar, tapi kemaren gak bisa karena ada urusan.
Di Permata sepertinya budaya Standard Chartered Bank lebih dominan dibandingkan Astra International. Wajar sih, mengingat SCB emang Bank dan PermataBank juga harus belajar banyak dari SCB. Kalau di tempat kerja gw yang lama (ACC) menurut gw budaya Astra International lebih dominan dibandingkan General Electric.
Btw, PermataBank itu hasil merger dari Bank Bali, Universal, Prima Express, Arta Media, dan Patriot. Sekarang saham PermataBank mayoritas dimiliki oleh Astra International (44,505%) dan Standard Chartered Bank (44,505%). Saham selebihnya dimiliki publik.
more ...
5/20/08
Kerja lagi, kerja lagi ...
5/3/08
Ngurus SIM C di Polres Depok
Karena SIM gw udah 1 tahun mati, dan gw masih pengangguran (gak ada kerjaan) maka hari ini gw ngurus SIM C di Polres Depok. You know what, it's suprisingly easy. Cuman setengah hari SIM resmi didapat. Gak pake nyogok, gak pake nembak. Kayaknya Polisi emang udah mulai profesional nih. Prosesnya juga gak ribet-ribet amat dengan biaya yang dikeluarkan total Rp100.000. Pokoknya enak ngurus SIM sekarang, gak kayak dulu harus make calo.
Untuk ngurus SIM kita cuman perlu ke Polres dengan bawa 2 lembar fotokopi KTP + duit secukupnya. Sampe di Polres tes kesehatan dulu. Diuji kayak di optik (ngeliat tulisan-tulisan kecil) plus uji buta warna. Biayanya Rp10.000. Habis itu ke loket Bank (di bawah) untuk ngambil formulir SIM. Bayarnya Rp75.000. Isi formulirnya semua. Contoh pengisian formulir ada di tembok dekat loket pendaftaran.
Setelah formulir diisi lengkap kasi ke loket pendaftaran. Di loket bakal diminta sidik jari di formulir. Formulir terus dibalikin dan disuruh ke bagian Asuransi untuk ngurus polis Asuransi. Di loket Asuransi kasi berkas ke petugas dan dia bakal ngasi kwitansi Asuransi yang distaples + berkas-berkasnya. Bayar Rp15.000.
Semua berkas kemudian diserahkan lagi kebagian pendaftaran. Proses administrasi selesai dan tinggal nunggu tes teori dan tes praktek. Tes teori ada 30 soal dan harus mengerjakan minimal 19 soal dengan benar. Toleransi kesalahannya menurut gw lumayan gede, bisa salah 11 dari 30 soal. Soalnya juga gak terlalu sulit. Kalo mau belajar contoh-contoh soalnya silakan download buku panduan SIM (Kumpulan Soal Jawab Teori SIM) di
http://mihd.net/k5tif6p
Contoh-contoh soal disini komprehensive dan mencakup semua aspek ujian SIM A-B-C. Banyak soal yang mirip. Belajar aja bentar pake bahan ini dan gw jamin ujian teori SIM pasti bisa.
Kalo udah lulus ujian teori bakal dikasi lembar penilaian ujian praktek yang distaples bersama berkas-berkas lain. Berkasnya kemudian harus diserahkan ke loket ujian praktek. Tunggu panggilan untuk ujian praktek. Untuk SIM C, prakteknya gampang. Cuman naik motor diantara rintangan yang ada. Bagi yang udah terbiasa dengan macetnya Jakarta, ujian gini gak sulit pastinya.
Kalo lulus ujian praktek, berkas diserahkan lagi ke kita dan harus diantarkan ke loket pendaftaran. Trus bakal disuruh nunggu untuk foto. Kalo udah dipanggil masuk ke ruang foto dan akan difoto + sidik jadi + tanda tangan. Abis itu disuruh nunggu. Tunggu aja didepan ruang foto, gak berapa lama kemudian pasti nama kita dipanggil untuk ngambil SIM yang udah selesai.
Gampang dan murah banget kan...
more ...
Label: Daily Life