10/29/08

Management Trainee Part 1

Sebentar lagi Career Daya UI. Bagi yang baru lulus tentu Career Days kesempatan baik untuk mencari kerja sesuai idamannya masing-masing. Masalah-nya bakal sangat sulit untuk seorang freshgraduate menentukan dimana sebaiknya bekerja. Banyak yang masih belum punya gambaran tentang kehidupan setelah kampus. Di tulisan ini gw akan mencoba memberi sedikit gambaran dan insight tentang posisi Management Trainee (lebih khusus-nya ke Financial Institution MT) susuai pengalaman gw. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi sedikit pencerahan bagi freshgraduate-freshgraduate yang masih blom tau apa itu MT.

Management Trainee, terutama di bank, punya banyak variasi. Ada yang menyebut dengan istilah ODP, MDP, MAP, GMAP, PPS, PPE dsb, dsb. Secara prinsip, semua istilah itu sama. Yang membedakan cuma perusahaan yang ngadain dan teknis pelaksanaan program. Di perusahaan non-bank mayoritas namanya sama, Management Trainee. Bagi beberapa orang yang masih sangat awam dengan istilah ini, MT dianggap sebagai karyawan HR yang kerjaannya memberikan pelatihan ke manajemen :) Adanya kata-kata trainee bikin orang nganggap MT berkaitan erat dengan HR. It's a common mistake. Bedakan kata trainer dengan trainee. Trainer artinya "orang yang melatih", sedangkan trainee artinya "orang yang dilatih".

Dari makna kalimat diatas, bisa dilihat bawa MT itu adalah karyawan-karyawan yang dilatih untuk menjadi kandidat-kandidat manajemen suatu perusahaan. Seringkali istilah ini kemudian di blow-up dengan menyatakan bahwa MT adalah "calon-calon pemimpin suatu perusahaan". Hal ini SEPENUHNYA tidak......salah (hehe :)). Orang-orang yang dipilih untuk mengikuti program-program sejenis MT ini memang disiapkan untuk menjadi middle management suat perusahaan. Namun jangan salah, walaupun program ini bertujuan untuk membentuk calon pemimpin belum tentu semua orang yang mengikuti program ini berhasil menjadi "orang" di perusahaan terkait. Itu semua balik lagi ke kerja keras dan nasib. Gw akan bagi tulisan ini menjadi Metode Training, Fasilitas, Career Path dan Kesimpulan.

1. Metode training
Di banyak perusahaan biasanya program MT dilaksanakan dengan cara training di kelas , OJT (On the job training), ujian, dan dilanjutkan dengan project. Ada juga perusahaan yang langsung memberikan project diawal. Gw akan bahas satu persatu.

a. In-Class Training
In class training dilaksanain sama seperti perkuliahan. Jadi kita bakal duduk di kelas, ngedengarin instruktur mengajarkan apa yang ingin dia ajarkan :). Biasanya step ini cukup membosankan karena beda dengan kuliah, kita belajarnya full days. 8 to 5, dan gak bisa cabut. Bayangin tuh. Kalau kuliah, pas bosan kan kita bisa aja keluar kelas, main-main ke kantin atau tidur aja di belakang kelas :), tapi kalau udah kerja gini mana bisa. Jadi satu-satunya option adalah dengan ngedengarin serius semua kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut sang instruktur.

Karena kita dianggap orang-orang terpilih, materi yang ada juga biasanya sangat padat dan sangat banyak. Biasanya dalam seminggu udah ada 1 kardus bahan untuk di baca (atau untuk dijadikan bantal).

Hal yang paling asik di fase in-class training adalah makan yang terjamin. Hehehe. Di dua posisi MT yang pernah gw jalanin, biasanya akan ada dua coffee break di pagi dan sore hari ditambah dengan makan siang gratis. Maklumlah, sebagai anak kos, makan gratis merupakan suat kesempatan yang gak bisa dilewatkan. Ada juga temen gw yang MT Medco (GET) yang katanya kalau mau bisa bawa makanan pulang (hehehe). Pokoknya selama fase in-class training bisa dipastikan berat badan akan nambah.

b. On the Job training
Fase kedua ini berfungsi untuk melihat kenyataan di lapangan berdasarkan teori yang telah didapat di kelas. Jadi peserta training akan disebar ke unit-unit bisnis terkait untuk dapat melihat bagaimana cara kerja bisnis tersebut. Kalau lo pernah KP (Kerja Praktek) fase ini hampir sama seperti KP. Jadi biasanya lo duduk disamping orang yang sedang ngerjain kerjaan tersebut dan diberi kebebasan untuk bertanya apapun yang ingin lo tanya.

Keberhasilan kita difase ini sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan rasa ingin tau yang kita punya. kita bisa aja gak menanyakan apapun (cuman duduk manis) atau super cerewet sampai yang ditanyain ngerasa gak betah. It's your choice, tapi yang pasti keberhasilan fase ketiga ditentukan oleh fase ke dua ini.

Selain untuk melihat kenyataan di lapangan fase kedua ini juga bertujuan untuk menambah human network kita. Hal yang harus disadari bahwa di dunia kerja network sangat penting, jadi selain menambah ilmu, OJT juga dapat dijadikan sebagai ajang untuk menambah koneksi. Jadi banyak-banyak lah kenalan dengan orang-orang yang ditemui di OJT.

c. Ujian
Setelah in-class dan OJT tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Ujian. Yah disini peserta MT akan diuji sesuai materi yang telah diberikan. Materinya pasti mencakup in-class training dan OJT. Ujian biasanya ada dua jenis, ujian tertulis dan ujian lisan (a.k.a presentasi). Kalo tertulis kayak ujian kuliah biasa. Untuk yang presentasi kita diharuskan mempresentasikan apa yang telah kita dapat selama program + ditanya-tanyain. Biasanya kita juga diminta untuk memberikan ide-ide improvement yang bisa memperbaiki kinerja bisnis.

d. Project
Project merupakan fase paling penting dalam proses MT. Di project kita akan diassign langsung ke divisi yang ada dan diminta untuk membuat suatu project yang bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan. Fasi ini merupakan fase paling sulit, karena kita selain harus membuat project bersangkutan, kita juga telah dilibatkan dalam pekerjaan rutin.

...bersambung ke part 2 ...



0 komentar: